Seputar Wisata Iam a master of education from one of the state universities in Yogyakarta, has a writers and travelling hobby. I wrote at wordpress or blogger platform for education, travelling, tips and love about technology update.

Malioboro, Pusat Perbelanjaan di Jantung Kota Jogja

3 min read

Menikmati Malioboro Jogja Malam Hari
Total
3
Shares

Malioboro merupakah pusat perbelanjaan yang berada di Jantung Kota Jogja, Tak heran jika jalanan menuju ke Malioboro sering macet atau sering ada pengalihan jalan. Dengan keramaian tersebut berdiri penginapan murah dan hotel dekat Malioboro. Bagi kamu yang baru saja mendengar Malioboro, akan lebih baik mencari terlebih dahulu apa sih Malioboro tersebut sehingga ramai seperti saat ini.

Sejarah Malioboro Jogja

Sejarah Malioboro Jogja
Image from Instagram @arif_josselalu

Kamu nggak tau kan? kenapa di jogja ada nama jln. Malioboro yang sering di sangkut pautkan dengan 3 titik lokasi sakral Jogja Gunung Merapi, Keraton dan Pantai Selatan Yogyakarta. Kata Malioboro sendiri diambil dari seorang kolonial inggris yang bernama Marlborough yang pernah tinggal pada tahun 1811-1816M mungkin Indonesia belum merdeka. Perlu diketahui, kata ‘Malioboro’ berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti karangan bunga. Konon katanya, dahulu saat masa Keraton selalu mengadakan acara jamuan di sekitaran jalan Malioboro dan dipenuhi dengan karangan bunga di sepanjang jalan.

Malioboro yang kita kenal saat ini mulai banyak di datangi oleh para warga setempat ketika pemerintah belnada membangun sebuah benteng pada tahun 1790 yang saat ini dijadikan tempat wisata yaitu benteng Vredebug. Tak lama setelahnya dibangun The Dutch Governors Residence dan Dutch Club, Java Bank dan Kantor Pos. Nah, tau kan ya! Kalau bangunan yang ada saat ini itu sebagai peninggalan sejarah dari Belanda yang umurnya sudah ratusan tahun.

Selain itu Jalan Malioboro yang menyatu dari titik nol kilometer samapi dengan tugu Jogja didirikanlah tempat pemberhentian kereta api ditengahnya yang saat ini diberi nama Stasiun Tugu Jogja pada tahun 1887. Karena kian berkembangnya perdagangan antara orang belanda dengan warga tionghoa yang ada di Jogja.

Jalan Malioboro juga pernah menjadi saksi Bisu atas perjuangan warga dan masyarakat Indonesia dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia di sisi selatan Malioboro. Penduduk setempat berani melawan penjajah kolonial Belanda setelah kemerdekaan Indonesia pada tahun 1949 yang sekarang dikenal dengan Serangan Umum 1 Maret 1949. Dan kini dibuatlah sebuah patung yang ada di dekat titik nol kilometer atau di depan kantor pos besar.

Hingga saat ini jalan malioboro menjadi saksi bisu perkembangan dan sejarahnya dan mulai menjadi pusat perhatian dengan beberapa tempat yang strategis seperti pasar beringharjo, Istana Kepresidenan pada awal berdirinya Indonesia, Gedung DPRD DIY, dan kantor Gubernur DIY.

Dan saat ini Malioboro sudah tertata dengan sedemikian rupa dengan membangun kantong-kantong parkir yang berada di Taman Abu bakar Ali yang ada di timur Stasiun Tugu Jogja dan beberapa tempat lainnya untuk mensterilkan parkir kendaraan bermotor dan membangun jalan pedestarian di Jalan Malioboro.

Pesona Wisata Kawasan Malioboro Sebagai Pusat Perbelanjaan

Pesona Wisata Kawasan Malioboro Sebagai Pusat Perbelanjaan
Image from Instagram : @malioboro_insta

Malioboro merupakan kawasan wisata belanja yang diandalkan Yogyakarta. Wajar saja jika kawasan ini dikenal sebagai salah satu pusat keramaian yang dipadati pedagang yang menjajal benda khas Jogja untuk para wisatawan. Seperti Batik Jogja, Bakpia Jogja, cindera mata jogja, aksesoris tradisional, dan beberapa oleh-oleh khas Yogyakarta.

Benda khas jogja tersebut dijual di sepanjangan jalan Malioboro yang dijual oleh pedagang kaki lima. Sehingga anda perlu stamina yang kuat untuk menyusuri jalan tersebut apalagi jika anda ingin mendapatkan harga murah harus rela membandingkan anatara satu poenjual dengan penjual lainnya untuk mendapatkan harga yang sesuai dengan apa yang anda inginkan.

Menikmati Malioboro Jogja Malam Hari

Menikmati Malioboro Jogja Malam Hari
Image from Instagram : @romeography

Seperti yang diketahui, Malioboro memang sangat populer sebagai tempat berkumpulnya para seniman ternama Yogya. Mereka menawarkan beragam keahlian dalam seni, baik bermain musik, melukis, pantomin, hingga happening art yang sedang disukai para wisatawan lokal maupun mancanegara. Sehingga mulai dari pagi hingga pagi lagi tidak ada kata sepi, karena jalan ini buka selama 24 Jam, Namun beberapa toko yang ada di Jalan Malioboro buka dari jam 9 pagi sampai dengan 21.00.

Meskipun toko-toko sudah tutup, Namun masih ada beberapa angkringan yang masih buka sampai dengan jam 2 dini hari dan beberapa asongan yang masih berkeliling. Ada juga sebuah warung yang berada di jembatan sayidan yang buka hingga 24 Jam, jadi nggak usah khawatir mau makan di mana ketika berada di Jalan Malioboro.

Setiap sudut jalannya sangatlah Indah dari Bangunan peninggalan Belanda dan Banungan Mondern lainnya seperi Bank BNI, Bank Indonesa dan Kantor Pos membuat kesan romantis wisata malam malioboro, dan para penikmat suasana tak ingin cepat kehabisan malam di Jalan ini. Perjalananan yang romantis dengan pasangan, kian membuat suasana hati berbunga, meskipun anda hanya berjalan kaki di sepanjang jalan Malioboro. Jika anda sedang beruntung, anda akan disuguhkan para musisi jalan menyanyikan lagu-lagu dengan asik pada lantunan angklung.

Keistimewaan Malioboro Sebagai Jalan Pusat Kawasan Wisatawan Terbesar Di Yogyakarta

Keistimewaan Malioboro
Image from Instagram : @romeography @dianyustisia

Keistimewaan Malioboro dapat terlihat selama 24 jam non stop, Mulai dari pagi yang menjajakan beberapa benda khas daerah Jogja sampai dengan malam yang diterangi dengan kemerlipnya lampu yang indah di malam hari sehingga kawasan ini tak pernah sepi dari wisatawan yang berkunjung, sekesar menenangkan pikiran dari hal-hal sibuk ataupun aktivitas lain yang ada di Malioboro.

Saat ini, Malioboro menjadi jalan pusat kawasan wisatawan terbesar di Yogyakarta. Dengan sejarah arsitektur Belanda yang dipadukan arsitektur komersial China sekaligus kontemporer, wajar saja kesan berbeda akan para pengunjung rasakan saat menghabiskan waktu disini. Menariknya lagi, para pengunjung juga berkesempatan mengunjungi salah satu Hotel Jaman Belanda terbesar sekaligus tertua saat itu. Hotel ini bisa Anda kunjungi di bagian ujung Utara di jalan sisi Timur, tepatnya berada di jalur kereta api. Masih banyak hal menarik yang bisa Anda dapatkan di kawasan ini, maka dari itu segera raih suguhan keindahan itu dengan mengunjungi Malioboro.

Seputar Wisata Iam a master of education from one of the state universities in Yogyakarta, has a writers and travelling hobby. I wrote at wordpress or blogger platform for education, travelling, tips and love about technology update.

One Reply to “Malioboro, Pusat Perbelanjaan di Jantung Kota Jogja”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Total
0
Share